Tips dan Trik Jitu Agar Windows 11 Menjadi Ringan, Anti-Lag, dan Lebih Cepat
Windows 11 hadir dengan desain antarmuka yang memukau, fitur keamanan yang modern, serta integrasi yang lebih dalam dengan ekosistem Microsoft. Namun, di balik keindahan visualnya, sistem operasi ini sering kali dikeluhkan pengguna, terutama mereka yang menggunakan spesifikasi hardware lawas atau kelas entry-level. Laptop atau PC yang tadinya responsif bisa tiba-tiba terasa berat, loading aplikasi menjadi lambat, dan muncul stuttering saat menjalankan multitasking.
Apakah Anda mengalami hal ini? Jangan buru-buru meng-upgrade RAM atau membeli SSD baru. Sebelum mengeluarkan uang lebih, cobalah optimasi perangkat lunak terlebih dahulu. Artikel ini akan membahas secara lengkap dan detail berbagai tips dan trik Windows 11 menjadi ringan yang terbukti efektif meningkatkan performa sistem tanpa mengorbankan fungsionalitas utama.
1. Matikan Efek Visual dan Transparansi (Aero Glass)
Salah satu penyumbang terbesar beban kinerja Windows 11 adalah tampilan visualnya. Windows 11 menggunakan efek Mica Material, transparensi (tembus pandang), dan animasi halus pada Start Menu, Taskbar, dan jendela aplikasi. Meskipun indah dipandang mata, efek ini memaksa GPU (Kartu Grafis) bekerja ekstra keras untuk merendernya.
Untuk laptop dengan GPU terintegrasi yang kurang bertenaga, mematikan efek ini adalah langkah awal yang wajib dilakukan.
Cara melakukannya:
- Buka Settings (Tekan
Windows + I). - Pilih menu Personalization, lalu klik Colors.
- Gulir ke bawah dan matikan tombol Transparency effects.
- Selanjutnya, kembali ke menu utama Settings, pilih Accessibility > Visual effects.
- Matikan opsi Animation effects.
Dengan mematikan efek ini, Anda akan merasakan perbedaan instan pada kecepatan respons saat membuka menu atau beralih antar jendela. Tampilan mungkin terlihat sedikit lebih "kaku", namun performa yang didapat jauh lebih lincah.
2. Manajemen Aplikasi Startup dengan Bijak
Pernahkah Anda bertanya mengapa laptop baru dihidupkan langsung terasa lambat? Jawabannya sering kali terletak pada aplikasi startup. Banyak aplikasi, seperti Spotify, Skype, Adobe Creative Cloud, hingga printer software, mengatur dirinya untuk berjalan otomatis saat booting. Semakin banyak aplikasi yang berjalan, semakin penuh sumber daya RAM dan CPU yang terpakai sejak awal.
Cara mengatur Startup:
- Klik kanan pada tombol Start atau tekan
Ctrl + Shift + Escuntuk membuka Task Manager. - Buka tab Startup.
- Perhatikan kolom Status impact. Aplikasi dengan label High (Merah) adalah prioritas utama untuk dimatikan.
- Klik kanan pada aplikasi yang tidak diperlukan saat startup (misalnya Discord jika Anda tidak langsung chatting saat kerja), lalu pilih Disable.
Hanya biarkan aplikasi sistem penting (seperti Antivirus atau driver khusus) yang aktif. Langkah ini drastis memangkas waktu booting Windows 11.
3. Mencegah Aplikasi Berjalan di Latar Belakang
Windows 11 memiliki fitur yang memungkinkan aplikasi tetap berjalan di latar belakang (background) meskipun Anda sedang tidak menggunakannya. Fitur ini berguna untuk notifikasi email atau update pesan instan, namun berakibat fatal pada kinerja PC menengah ke bawah. Aplikasi ini terus menghabiskan memori RAM dan kuota internet.
Cara mematikannya:
- Buka Settings > Apps > Installed apps.
- Klik pada titik tiga (...) di sebelah aplikasi yang ingin Anda atur, pilih Advanced options.
- Gulir ke bagian Background apps permissions.
- Ubah pengaturannya dari "Power optimized" atau "Always allowed" menjadi Never.
Lakukan ini untuk aplikasi seperti Store, Camera, Maps, atau game yang jarang dimainkan. Untuk aplikasi penting seperti WhatsApp atau Outlook, Anda bisa membiarkannya dalam mode "Power optimized".
4. Bersihkan Storage dengan "Storage Sense"
File sampah (junk files) yang menumpuk seiring waktu dapat menyebabkan sistem menjadi lambat. Windows 11 memiliki fitur pintar bernama Storage Sense yang bekerja seperti robot pembersih otomatis. Fitur ini akan menghapus file temporary, file di recycle bin, dan cache sistem secara berkala tanpa perlu membersihkannya secara manual.
Cara mengaktifkan Storage Sense:
- Buka Settings > System > Storage.
- Aktifkan tombol Storage Sense.
- Klik pada opsi tersebut untuk mengonfigurasi detailnya.
- Atur agar Windows menjalankan pembersihan setiap hari, minggu, atau bulan.
- Pastikan untuk mencentang opsi "Delete temporary files that my apps aren't using".
Selain itu, di menu yang sama, klik "Cleanup recommendations" untuk melihat file besar apa saja yang sudah lama tidak terpakai dan aman untuk dihapus.
5. Optimalkan Pengaturan Power Plan
Secara default, Windows 11 menggunakan "Balanced" power plan yang mencoba menyeimbangkan performa dan konsumsi baterai. Namun, jika Anda menggunakan PC Desktop atau laptop yang selalu tercolok charger (kabel), Anda sebaiknya beralih ke mode "High Performance" untuk mengekstrak kecepatan maksimal dari prosesor.
Caranya:
- Buka Control Panel > Hardware and Sound > Power Options.
- Pilih Show additional plans.
- Pilih High performance.
Jika opsi ini tidak muncul, Anda bisa membuatnya melalui Command Prompt dengan hak akses administrator atau mengaturnya melalui Settings > System > Power & battery, lalu mengatur "Power mode" slider ke Best performance.
6. Mengatur Penyimpanan OneDrive (Files On-Demand)
OneDrive adalah layanan penyimpanan cloud terintegrasi di Windows 11. Jika Anda memiliki banyak file di OneDrive, Windows cenderung mencoba mensinkronkan semua file tersebut ke hard drive lokal Anda. Ini berat sekali bagi disk dan koneksi internet.
Agar Windows 11 ringan, gunakan fitur Files On-Demand. Fitur ini memungkinkan Anda melihat file-file di File Explorer tanpa benar-benar mengunduhnya ke komputer. File baru saja diunduh saat Anda membukanya (klik dua kali).
Cara mengaktifkannya:
- Klik ikon awan OneDrive di system tray (pojok kanan bawah).
- Klik ikon Gear (Settings) > Settings.
- Centang opsi Files On-Demand.
Dengan begitu, kapasitas hard drive Anda akan lega dan proses indexing Windows akan menjadi lebih cepat.
7. Nonaktifkan Fitur Windows Search dan Indexing (Opsional)
Fitur pencarian di Windows 11 sangat canggih karena melakukan indexing (mengindeks) seluruh file di komputer agar bisa ditemukan dalam hitungan detik. Proses indexing ini seringkali berjalan di latar belakang dan menyebabkan kipas prosesor berputar kencang (100% usage), terutama saat komputer baru dinyalakan atau setelah menginstall banyak file baru.
Jika Anda tahu persis di mana letak file Anda dan tidak sering menggunakan kolom pencarian, matikan fitur ini.
Caranya:
- Buka Services (tekan
Windows + R, ketikservices.msc, tekan Enter). - Cari layanan bernama Windows Search.
- Klik kanan > Properties.
- Ubah Startup type menjadi Disabled.
- Klik Stop untuk menghentikannya, lalu OK.
Perhatikan bahwa kolom pencarian di Start Menu tidak akan lagi berfungsi optimal setelah melakukan ini, namun performa sistem akan meningkat signifikan pada PC spesifikasi rendah.
8. Update Driver dan Lakukan Defrag Disk
Hardware yang dijalankan dengan driver usang tidak akan pernah bekerja optimal. Khususnya driver GPU (Graphics Card), chipset, dan audio.
- Driver GPU: Kunjungi website resmi NVIDIA, AMD, atau Intel untuk mengunduh driver terbaru. Hindari menggunakan driver bawaan Windows karena seringkali versinya lebih lama (Generic).
- Defragmentasi: Jika Anda masih menggunakan hard drive mekanis (HDD), lakukan defragmentasi secara rutin. Namun, jika Anda menggunakan SSD (Solid State Drive) yang sudah menjadi standar sekarang, jangan lakukan defrag. Sebagai gantinya, pastikan fitur TRIM aktif agar kecepatan tulis baca tetap terjaga. Windows 11 biasanya melakukan optimasi ini secara otomatis setiap minggu.
9. Realitas: Pertimbangan Hardware
Setelah melakukan semua tips di atas, jika PC Anda masih terasa berat, mungkin sudah saatnya untuk mengecek kemampuan fisik hardware. Windows 11 memiliki persyaratan minimum yang lebih tinggi daripada Windows 10, terutama pada aspek RAM dan TPM.
- RAM: Windows 11 bisa berjalan di 4GB, tapi pengalaman pengguna akan sangat menyedihkan. Standar nyaman untuk Windows 11 adalah 8GB DDR4. Upgrade RAM adalah solusi paling ekonomis untuk meningkatkan kecepatan multitasking.
- Storage: Mengganti HDD ke SSD adalah perubahan "sihir" yang paling terasa. Waktu booting bisa turun dari 1-2 menit menjadi hitungan detik (10-15 detik).
Memiliki Windows 11 yang ngebut dan ringan bukanlah hal yang mustahil, bahkan tanpa mengeluarkan biaya mahal. Kunci utamanya adalah mengontrol apa yang berjalan di dalam sistem Anda. Dengan mematikan visual yang tidak perlu, mengatur aplikasi startup, membatasi aktivitas latar belakang, dan menjaga kebersihan storage, Anda bisa memulihkan performa Windows 11 seperti baru keluar dari kotaknya.
Lakukan langkah-langkah di atas secara bertahap dan rasakan perbedaannya. Jangan biarkan prosesor dan RAM Anda bekerja keras untuk hal-hal yang tidak Anda butuhkan. Selamat mencoba optimasi, dan nikmati pengalaman komputasi yang jauh lebih lancar dan produktif!
